Thursday, April 25, 2024
HomeArtikelKeTeknikKimiaanPilih Mana, Tetap Menggunakan Gas Alam atau Mulai Beralih ke Biogas?

Pilih Mana, Tetap Menggunakan Gas Alam atau Mulai Beralih ke Biogas?

Pilih Mana, Tetap Menggunakan Gas Alam atau Mulai Beralih ke Biogas?

Cynthia Savrinda

Universitas Sriwijaya

Lomba Menulis IATEK IMATEK 2019

 

 

 Sumber Gambar : http://www.iforexblog.com/news-item/11-fun-interesting-facts-natural-gas/

 

         

          Telah kita ketahui bahwa kebutuhan energi di Indonesia sangat besar dan akan terus meningkat, baik itu kebutuhan untuk industri, rumah tangga, transportasi, komersial, dan sebagianya. Sampai saat ini kebutuhan energi pemasokannya terbesar berasal dari bahan bakar fosil yaitu minyak bumi dan batubara. Dalam proses pengolahan minyak bumi menghasilkan beberapa produk yaitu bensin, solar, kerosin, dan masih banyak lagi. Bensin dan solar menjadi bahan bakar untuk kendaraan yang sampai saat ini masih diminati masyarakat.

          Semakin lama jika sumber energi hanya berasal dari minyak bumi, akan semakin cepat habisnya. Oleh karena itu diperlukan pengganti sumber energi terutama bahan bakar minyak. Seperti yang kita ketahui ada sumber bahan bakar fosil lainnya selain minyak bumi dan batubara yaitu gas alam.

          Gas alam bisa terbentuk karena sisa-sisa tumbuhan, hewan, dan mikoorgansime yang tersimpan didalam tanah selama jutaan tahun, sama seperti minyak bumi dan batubara yang membedakannya tekanan dan suhu yang didapatkan selama ia didalam tanah. Meskipun berasal dari sumber yang sama tetapi gas alam sebagai sumber energi menghasilkan pembakaran yang lebih bersih dan ramah lingkungan daripada minyak bumi dan batubara serta harga jualnya lebih murah.

          Sama halnya dengan minyak bumi, gas alam mengandung senyawa hidrokarbon dan non-hidrokarbon. Gas alam memiliki kandungan hirdrokarbon yang utama yaitu metana (CH4), sisanya terdapat etana (C2H6), propana (C3H8), dan butana (C4H10). Nitrogen, helium, karbon dioksida (CO2), hidrogen sulfida (H2S), air (H2O), dan mercaptan, ini adalah senyawa non-hidrokarbon yang juga terkandung di dalam gas alam tetapi dengan kadar yang lebih kecil. Secara kuantitatif kandungan gas alam ditiap daerah pasti berbeda-beda, tetapi secara kualitatif sama. Kandungan gas metana yang cukup besar inilah yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi bahan bakar. Kandungan propana dan butana juga bisa untuk memproduksi LPG, sisanya kandungan-kandungan yang tidak diinginkan akan dihilangkan. ga

          Sampai sekarang ini indonesia sudah memiliki empat kilang pengolahan gas alam yang berlokasi di Arun, Bontang Kalimantan Timur, Tanggu Papua Barat, dan Donggi Senoro Sulawesi Tengah.

          Tiga produk yang bisa dihasilkan dari proses pengolahan gas alam yaitu LNG, LPG, dan CNG.

          Salah satu hasil produksi dari gas alam adalah LNG (Liquified Natural Gas) yaitu gas alam yang dicairkan hingga mencapai suhu -162oC agar bisa mendistribusikannya secara luas dan lebih mudah kepada konsumen.

          LPG (Liquified Petroleum Gas) juga bisa diproduksi dari gas alam, karena terkandung senyawa hidrokarbon yaitu propana dan butana. Sama halnya dengan LNG, LPG juga dicairkan pada tekanan 2-5 barg, pada tekanan atmosferik ia kembali berbentuk gas. Kebutuhan LPG juga sangat tinggi karena digunakan untuk sehari-hari seperti memasak.

          CNG (Compressed Natural Gas) adalah gas alam yang dikompresi pada tekanan sangat tinggi yaitu 250 barg, tetapi ia tetap berada pada fasa gas tidak seperti LNG, dan LPG. CNG atau bahan bakar gas inilah yang bisa menjadi pengganti bahan bakar selain dari bensin dan solar. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pembakaran yang dihasilkan dari gas alam lebih bersih daripada minyak bumi, ini merupakan hal yang lebih baik dari minyak bumi. Kelemahan dari CNG, karena ia harus dikompres pada tekanan yang tinggi maka tabung yang digunakan untuk menampung CNG akan lebih berat yang menjadikan ia sedikit sulit untuk didistribusikan.

          Gas alam bisa dimaanfaakan sebagai bahan bakar dan bahan baku. Penggunaan gas alam sebagai bahan bakar bisa digunakan untuk pembangkit listrik, industri, kendaraan, keperluan rumah tangga, komersial dan sebagainya. Ini dapat menjelaskan bahwa sebenarnya bisa menggunakan gas alam dalam menggantikan minyak bumi maupun batubara. Pengembangan gas alam sebagi bahan bakar sudah terlaksana sebagian, mungkin belum secara merata karena masyarakat masih menikmati sumber dari minyak bumi dan batubara, selain itu juga masih sedikit terkendala dalam pendistribusiannya.

          Jika sebelumnya adalah solusi menggantikan bahan bakar minyak bumi dengan gas alam, sekarang akan menjelaskan untuk menggantikan gas alam dengan energi terbarukan yaitu biogas.

                                                                      

Sumber Gambar :

https://www.flaticon.com/premium-icon/biogas_542514

https://www.123rf.com/photo_58702754_stock-vector-happy-cartoon-cow.html

 

          Kita tau bahwa bahan bakar fosil ialah sumber energi tak terbarukan yang semakin lama akan habis jika kita tidak bisa menghematnya atau bahkan menggantikannya dengan energi terbarukan. Salah satu jenis energi terbarukan yang bisa menggantikan gas alam adalah biogas dimana sumber produksinya tidak seperti gas alam yang semakin lama akan habis meskipun sekarang ini masih bisa kita nikmati manfaatnya.

          Biogas memiliki manfaat yang sama seperti gas alam yang membedakannya adalah sumber yang diperoleh untuk memproduksinya.

          Seperti yang kita ketahui gas alam termasuk bahan bakar fosil yang diperoleh melalui lapisan tanah yang paling bawah dibumi ini, sedangkan biogas sesuai dengan namanya bahan bakar yang produksinya berasal dari bahan organik. Untuk memproduksi biogas umumnya mengunakan limbah kotoran ternak hewan dan manusia, tetapi bisa juga limbah rumah tangga dan bahan organik lainnya.

          Biogas adalah gas yang dihasilkan dari aktivitas anaerobik (tanpa oksigen) atau fermentasi dari bahan-bahan organik yang telah dijelaskan sebelumnya. Menghasilkan energi dari limbah terutama limbah kotoran hewan merupakan hal yang tepat dalam memanfaatkan limbah. Dengan mulai beralih ke biogas kita bisa mengurangi emisi yang berasal dari bahan bakar fosil, dan kita juga bisa mengurangi terjadinya efek rumah kaca yang berasal dari gas metana jika terlepas ke udara secara langsung.

          Kandungan biogas yang utama metana (CH4), dan karbon dioksida (CO2), dalam jumlah kecil bisa mengandung nitrogen, hidrogen, hidrogen sulfida (H2S) dan oksigen. Kandungan metana lebih besar dibandingkan karbon dioksida. Pembakaran yang dihasilkan dari biogas lebih ramah lingkungan dari gas alam. Sama halnya dengan gas alam sebelum didistribusikan tentunya harus melewati beberapa proses sehingga ia bisa digunakan sebagai bahan bakar.

          Nilai kalori dari 1 meter kubik Biogas sekitar 6.000 watt jam yang setara dengan setengah liter minyak diesel (Mulyadi, 2015). Tentunya dengan jumlah seperti itu merupakan hal yang baik untuk mulai beralih menggunakan biogas atau bahkan memproduksi biogas secara langsung. Manfaat yang dihasilkan oleh biogas sama halnya dengan gas alam bisa menjadi bahan bakar, menggantikan LPG, bahkan untuk pembangkit listrik, dan juga untuk produksi pupuk.

          Menurut saya energi terbarukan ini memang belum bisa untuk benar-benar menggantikan bahan bakar fosil secara luas di Indonesia, dikarenakan masyarakat masih menikmati apa yang ada sekarang ini. Energi terbarukan ini bisa dilakukan untuk mengurangi emisi di Indonesia. Akan tetapi, energi terbarukan bisa dilakukan secara perlahan atau sedikit demi sedikit untuk skala daerah misalnya, hal ini pasti bisa terlaksanakan jika ada kesadaran masyarakat untuk memproduksinya bahkan untuk mendistribusikan secara lebih luas. Sekarang ini pilihannya kembali lagi kepada masyarakat untuk tetap menikmati gas alam atau mulai beralih ke biogas?

 

Referensi :

-. -. Proses Produksi Energi Biogas. http://alpensteel.com/article/121-107-energi-bio-gas/1816–proses-produksi-energi-biogas

-. 2013. Manfaat Gas Alam. https://manfaatgasalam.wordpress.com/

-. 2014. Perbedaan Gas Bumi, LNG, CNG, dan LPG https://geograph88.blogspot.com/2014/10/perbedaan-gas-bumi-lng-cng-dan-lpg.html 

Mulyadi, Tedi. 2015. Pengertian Energi Biogas dan Manfaatnya. https://budisma.net/2015/04/pengertian-biogas-dan-manfaatnya.html 

Syukur, M. Hasan. -. Potensi Gas Alam di Indonesia http://pusdiklatmigas.esdm.go.id/file/t1_Potensi__________M_Hasan_S.pdf

Anda Alumni, Dosen, Mahasiswa Teknik Kimia UNSRI?

belum terdaftar di Website IATEK UNSRI?, yuk segera daftar, dan bergabung bersama lebih dari 1.400 (and still counting) member lainnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

before posting a comment, you must agree to the User Generated Content Policy Website IATEK UNSRI

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login

Formulir

Output Formulir

Yang Masih Anget

Paling Banyak Dibaca

Recent Comments

adversitement
error: Alert: Mohon Maaf untuk perlindungan Hak Cipta Content, Anda Tidak Bisa Select untuk meng-copy content di web IATEK UNSRI ini!!
IATEK UNSRI

FREE
VIEW