Lomba Menulis IATEK IMATEK 2019

Penerapan Agen Anti Bakteri pada Kain Katun Menggunakan Bakteri Nikkanon NS-30N dengan Karakterisasi Komposit Kitosan

Aplikasi material struktur nano teknologi yang sedang berkembang, struktur berskala nano, biasanya berkisar 1 nm hingga 10 nm. Kegunaan nanoteknologi saat ini sudah lumayan luas, nanopartikel yang berasal dari organik dan anorganik, hal ini dapat diterapkan pada berbagai  bidang seperti fisika, kimia, farmasi. Surface coating agent, tekstill, agrikultur dan biokimia. Para peneliti saat ini sedang mengembangkan teknologi nano. Penerapan teknologi nano yang sedang berkembang saat ini adalah karakterisasi komposit kitosan, sebagai agen yang mempunyai sifat anti bakteri. Penerapan teknologi nano dengan agen anti bakteri ini bertujuan untuk dapat hidup pada lingkungan yang nyaman. Perubahan dari lingkungan global akan mempengaruhi berkembangnya bakteri dan bertambahnya jenis bakteri yang ada didalam pakaian yang berbahan katun yang akan mengganggu kesehatan sehingga akan sakit.

Serat katun merupakan salah satu jenis serat alam (natural fibers) yang berasal dari tumbuhan yang digunakan sebagai bahan baku industri tekstil atau lainnya. Kain katun sangat popular karena memiliki sifat-sifat yang sangat baik seperti biodegradasi, afinitas pada kulit dan higroskopik. Akan tetapi kain katun merupakan media yang sangat baik untuk mikroorganisme tumbuh misalnya bakteri, karena area permukaan besar dan kemampuan untuk menjaga kelembaban permukaan kulit.

Pertumbuhan mikroba, yang ada pada katun akan mengakibatkan bau yang tidak sedap, iritasi kulit dan akan menyebabkan infeksi. Infeksi bakteri sering terjadi di area rumah sakit, sehingga perlu dilakukan kontrol mikroorganisme terutama pada Staphylococcus aerus yang disebarkan melalui kontak tidak langsung, contohnya menyentuh objek-objek seperti selimut, bantal, tempat tidur, dan pakaian pelindung perawat yang tercemar oleh kulit yang terinfeksi oleh bakteri yang ada tersebut. Bakteri Staphylococcus aerus dapat menyebabkan infeksi jaringan subkutan.

Gambar 1. Staphylococcus aerus

Menangani masalah yang ada saat ini yaitu menggunakan bahan antibakteri pada kain katun dengan menggunakan kitosan dan bakteri Nikannon NS-30N yang akan menghambat pertumbuhan dari bakteri pada kain katun. Kitosan merupakan agen anti bakteri non toksik sehingga aman untuk digunakan, selain digunakan untuk pelapisan agen anti bakteri pada  katun kitosan juga dapat digunakan untuk pelapisan tekstil.

Kitosan memiliki kelemahan dalam penerapan pada pelapisan kain kitosan hanya efektif jika digunakan pada konsentrasi tinggi dalam melawan mikroorganisme, dengan adanya penambahan bakteri Nikkanon NS-30N yang berfungsi sebagai anti bakteri yang memiliki kestabilan di larutan yang sangat baik. Nikkanon NS-30N merupakan zat anti bakteri yang dikembangkan oleh PT. INKALI (Indonesia NIKKA Chemichals) yang merupakan merk dagang dari garam ammonium quartener.

Garam ammonium quarter adalah surfaktan yang bersifat kationik. Mekanisme garam ammonium sebagai zat anti bakteri, sehingga untuk pelapisan pada kain katun dapat menghambat petumbuhan dari bakteri, karena kation dari garam ammonium akan menarik bakteri sehingga membrane sel akan bocor pada akhirnya menghalangi pembelahan sel bakteri. Secara umum mekanisme antibakteri oleh zat antibakteri adalah menghalangi pembentukan dinding sel dan membrane sel, menghalangi reproduksi DNA bakteri, mekanisme energy, enzim dan menghalangi pembelahan sel  dari bakteri yang ada pada kain katun tersebut.Pelapisan dengan menggunakan kitosan dan penambahan bakteri Nikkanon NS-30N sangat bermanfaat karena bakteri ini ramah lingkungan, surfaktan anionik, mengandung sedikit busa, dapat digunakan dengan cara padding maupun exhaust dan memiliki kelarutan dalam air yang baik. Bakteri ini memiliki ketahan yang baik meskipun tanpa adanya ikatan silang senyawa formaldehid dan tidak menimbulkan warna kuning di kain.

 

 

 

 

Profil Penulis
Pebriyani
Author: Pebriyani
Mengenai Penulis