Dewasa ini, kendaraan bermobil sudah menjadi suatu kebutuhan untuk menunjang aktivitas keseharian manusia, sehingga jumlah mobil di Indonesia selalu meningkat tiap tahunnya. Dewasa ini juga kondisi iklim di Indonesia tidak menentu, kadang cuaca sangat panas, lalu tiba-tiba dapat turun hujan dengan deras. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada berbagai peralatan, salah satunya adalah badan mobil. Badan mobil apabila terus-terusan terkena panas dari sinar matahari dan tiba-tiba terkena hujan dapat mengalami kerusakan seperti pelapukan ataupun karatan. Oleh karenanya banyak pabrikan mobil saat ini menggunakan metode pelapisan (coating) pada badan mobil untuk menanggulangi masalah tersebut. Namun coating pada badan mobil saat ini masih belum maksimal, sehingga diperlukan suatu inovasi untuk memaksimalkan coating tersebut. Salah satunya adalah dengan penambahan nanopartikel pada proses coating yang dapat memperpanjang life time dari badan mobil tersebut. Hal ini dapat terjadi karena nanopartikel memiliki panjang gelombang yang bersesuaian dengan panjang gelombang sinar ultraviolet, sehingga sinar ultraviolet akan diserap oleh nanopartikel tersebut.

Dua tujuan utama aplikasi pelapisan dalam industri otomotif adalah melindungi badan mobil terhadap kondisi lingkungan dan memberikan penampilan estetika yang diinginkan. Untuk memenuhi fungsi-fungsi tersebut, pelapis itu sendiri sebaiknya harus mampu melindungi untuk waktu yang lama walaupun pada kondisi lingkungan yang tidak stabil. Perubahan kimia seperti foto dan degradasi hidrolitik masing-masing disebabkan oleh sinar matahari dan kelembaban adalah dua proses umum yang terjadi yangmana dapat menghasilkan perubahan dalam semua aspek dan sifat pelapis otomotif. Perubahan kimia ini dapat sangat mempengaruhi semua aspek lapisan. Oleh karena itu, pelapis otomotif harus sangat tahan terhadap kondisi cuaca. Untuk meningkatkan ketahanan lapisan terhadap sinar matahari biasanya ditambahkan HALS (stabilizer amina cahaya terhalang) dan atau peredam UV organik ke formulasi clearcoat. Bahan-bahan memiliki kinerja pelapukan yang jauh meningkat dan harganya yang relatif tinggi. Selain itu, bahan tersebut dapat bermigrasi ke lapisan lain dan juga cenderung mengalami dekomposisi selama masa pakainya. Sehingga, untuk mengatasi pelapukan tersebut, nanoteknologi dapat menjadi solusi baru yang tidak memiliki kekurangan disebutkan di atas untuk penstabil UV organik.

Dalam penelitian terbaru, berbagai nanopartikel seperti seng oksida, oksida besi, cerium oksida, titanium oksida dan silika telah dimasukkan ke dalam pelapis polimer konvensional meningkatkan daya tahan mereka terhadap sinar matahari. Partikelnano, memiliki luas permukaan yang tinggi untuk menyerap bagian berbahaya dari sinar matahari (bagian ultraviolet), mencegah pelapisan dari pelapukan degradasi. Karena mereka anorganik dan partikulat, mereka lebih stabil dan tidak bermigrasi dalam lapisan yang diterapkan. Jadi, mereka menghadirkan efektivitas yang lebih baik dan perlindungan yang lebih lama. Seperti yang disebutkan sebelumnya, nanopartikel TiO2 efektif untuk melawan sinar UV dan kaleng melindungi lapisan terhadap pelapukan. Namun, partikel nano ini khususnya dapat digunakan kekuatan pengoksidasi yang kuat dan menghasilkan radikal bebas yang sangat reaktif dan menurunkan lapisan yang telah dimasukkan. Dengan demikian, aktivitas fotokatalitik nanopartikel TiO2 harus dikontrol. Untuk tujuan ini, perawatan partikel nano dengan teknik yang berbeda seperti agen silan tidak hanya menekan aktivitas fotokatalitik nanopartikel TiO2, juga menawarkan keuntungan yang jelas seperti kesederhanaan dan biaya rendah dan suhu pemrosesan. Itu juga sudah menunjukkan bahwa modifikasi permukaan nanopartikel TiO2 dengan trimetoksi aminopropil silane (APS), sangat mengurangi aktivitas fotokatalitik nanopartikel dan meningkatkan ketahanan pelapukan lapisan poliuretan.

Dalam berbagai penelitian, telah terbukti bahwa nanopartikel seng oksida dapat menjadi efektif pilihan untuk hampir sepenuhnya menyaring sinar UV dan melindungi lapisan. Dalam upaya untuk meningkatkan resistensi UV aromatik Partikel nano-ZnO elektro-lapisan berbasis poliuretan otomotif digunakan. Hasil jelas menggambarkan bahwa kehadiran partikel nano-seng oksida dapat menurunkan kecenderungan fotodegradasi film dan melindunginya terhadap kerusakan.

Menurut temuan baru ini, membuat clearcoat dengan sifat anti-lengket dan tahan air yang unggul akan secara signifikan mengurangi kegagalan lapisan yang disebabkan oleh biologis. bahan. Pelapis pembersih-diri ultra-hidrofobik yang diproduksi oleh nanoteknologi adalah pendekatan yang kuat untuk tujuan ini. Kontaminan pada permukaan seperti itu tersapu oleh air tetesan atau mematuhi tetesan air dan dikeluarkan dari permukaan saat air tetesan berguling. Meskipun jenis pelapis untuk kacamata otomotif sudah ada dikomersialkan, pengembangan mereka untuk cat otomotif sedang berlangsung.

Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa nanopartikel yang memiliki ukuran yang sangat kecil memiliki kegunaan yang sangat bermanfaat, khususnya pada bidang otomotif. Hal ini dapat memperpanjang life time dari mobil, dan juga menjaga nilai estetika dari mobil tersebut. Indonesia sebagai negara tropis yang memiliki musim penghujan dan musim kemarau seharusnya menerapkan coating dengan penambahan nanopartikel agar mobil yang ada di Indonesia memiliki life time yang lebih panjang. Hal ini harus diiringi dengan pemahaman tentang nanoteknologi sehingga nanotekologi dapat dijadikan sebagai solusi untuk permasalahan yang ada. Namun untuk mewujudkan hal tersebut di Indonesia diperlukan pendidikan lebih lanjut mengenai nanoteknologi.

Profil Penulis
Annisia Dwi Rosalina
Author: Annisia Dwi Rosalina
Mengenai Penulis