Konsep mengenai nanoteknologi bukanlah suatu hal yang baru, hal tersebut telah dimulai lebih dari sekitar 40 tahun yang lalu (Wong dkk, 2006). Nanopartikel merupakan suatu material dengan ukuran nano yang memiliki sejumlah sifat kimia dan fisika yang lebih unggul dibandingkan dengan material yang berukuran lebih besar (bulk). Nanopartikel juga memiliki beberapa sifat-sifat yang lebih unggul karena menghasilkan beberapa sifat yang tidak dimiliki oleh material lain. Aplikasi nanoteknologi dapat diterapkan pada berbagai bidang, salah satunya yaitu di bidang tekstil. Aplikasi nanotenologi di bidang tekstil bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan juga performa dari produk tekstil. Pengembangan tekstil berkarakter nano salah satunya yaitu berupa bahan pakaian yang lebih unggul dibandingkan dengan bahan pakaian pada umumya. Teknologi ini secara luas telah mulai dikembangkan di dunia luar. Pengembangan nanoteknologi di Indonesia pada bidang tekstil belum terlalu populer di kalangan masyarakat. Bahkan, pemahaman mengenai nanoteknologi di Indonesia sendiri pun masih belum begitu luas, hanya segelintir orang saja.

Menurut Wong dkk (2006), penerapan nanoteknologi pada bidang tekstil dapat memberikan daya tahan yang lebih tinggi terhadap kain, karena partikel nano memiliki luas permukaan yang tinggi sehingga dapat meningkatkan daya tahan dan juga fungsi dari kain itu sendiri. Penggunaan nanopartikel di bidang tekstil, terutama pada kain dapat menghasilkan sifat-sifat khusus seperti, anti bakteri, anti api, self cleaning, anti sinar ultraviolet dan sebagainya. Nanopartikel dapat diaplikasikan pada kain tekstil karena ukurannya yang sangat kecil sehingga dapat membuat serat-serat pada tekstil yang sangat halus dapat digunakan untuk membuat pakaian anti bakteri.

Bahan pakaian tersebut menjadi tidak perlu lagi untuk dicuci karena tahan terhadap kotoran dan juga bau. Penerapan nanoteknologi pada bahan pakaian dapat menguraikan noda makanan dan minuman sehingga dapat memungkinkan pakaian tersebut dapat bersih secara sendirinya tanpa harus dicuci. Penggunaan nanopartikel juga dapat digunakan sebagai proteksi terhadap sinar ultraviolet. Bahan tekstil yang mengandung bahan aktif nanopartikel dapat bekerja dengan baik sebagai proteksi terhadap sinar ultraviolet karena memiliki karakteristik daya serap (absorpsi) terhadap sinar ultraviolet yang tinggi. Penggunaan nanoteknologi pada industri tekstil di dunia luar telah meningkat dengan sangat pesat, hal ini dikarenakan sifat unik dan baru dari nanoteknologi yang menarik para ilmuwan dan peneliti pada penerapannya di industri tekstil (Patra dan Gouda, 2013). Pengembangan nanoteknologi di bidang tekstil pertama kali dilakukan oleh Nano-Tex, anak perusahaan dari Burlington Industries yang berbasis di Amerika Serikat. Di Indonesia sendiri, penerapan nanoteknologi cenderung hanya diterapkan di bidang kesehatan dan kedokteran, padahal penerapan nanoteknologi di bidang tekstil juga tidak kalah saing untuk dikembangkan.

Sejumlah penelitian mengenai penerapan nanopartikel sebagai anti bakteri telah dilakukan pada jenis kain kapas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan bakteri Escherichia coli untuk melihat hambatan yang dilakukan oleh nanopartikel terhadap aktivitas bakteri tersebut pada kain. Hasil menunjukkan bahwa nanopartikel perak yang digunakan pada kain kapas dapat bertahan dengan baik dan lebih tahan lama (Gokarneshan, 2018). Penggunaan nanopartikel seng oksida yang disintesis dengan menggunakan metode presipitasi memperlihatkan kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus cereus dan Escherichia coli. Kemampuan daya hambat partikel seng oksida terhadap bakteri gram positif Bacillus cereus lebih besar jika dibandingkan dengan daya hambatnya terhadap bakteri gram negatif Escherichia coli. Selanjutnya dilakukan pengamatan dengan menggunakan Scanning Electron Micriscope (SEM), contoh uji kain kapas yang telah diproses dengan larutan seng oksida hasil sintesis tersebut terbukti mengandung nanopartikel seng oksida yang membuktikan bahwa nanopartikel tersebut dapat digunakan sebagai anti bakteri.

Penggunaan nanopartikel pada material tekstil juga dapat digunakan untuk menghasilkan kain dengan ketahanan yang baik terhadap radiasi sinar ultraviolet. Namun, pengembangan beberapa jenis kain anti radiasi sinar ultraviolet tersebut memerlukan penelitian lanjutan untuk meningkatkan kemampuan proteksi terhadap anti radiasi sinar ultraviolet dan juga feasibilitas dalam aplikasinya. Salah satu upaya untuk meningkatkan performa dari kain anti radiasi ultraviolet adalah melalui teknologi nanomaterial dan pengembangan metode immobilisasi absorber ultraviolet yang sesuai pada kain. Penggunaan metode padding dengan proses pad-dry-cure dilakukan untuk immobilisasi nanopartikel ZnO pada kain kapas. Pada penelitian tersebut, pengujian dilakukan dengan menggunakan metode preparasi suspensi nanopartikel ZnO dan teknik immobilisasi nanopartikel pada kain kapas untuk aplikasi kain anti sinar ultraviolet dengan proses pad-drycure. Berdasarkan pada penelitian tersebut, immobilisasi nanopartikel ZnO pada kain kapas tersebut dapat menghasilkan ketahanan terhadap radiasi ultraviolet. Evaluasi dan pengujian dilakukan terhadap stabilitas larutan nanopartikel, ketahanan perlekatan nanopartikel pada kain dan kekuatan tarik serta mulur kain setelah radiasi sinar ultraviolet. Hasil menunjukkan bahwa larutan nanopartikel ZnO menunjukkan stabilitas cukup baik.

Nanoteknologi tumbuh dengan pesat dan telah diperkenalkan pada berbagai bidang, salah satunya pada bidang industri tekstil. Terdapat potensi yang besar dan menguntungkan pada nanoteknologi di industri tekstil. Dengan adanya penerapan nanoteknologi pada bidang tekstil, beberapa jenis kain dapat memiliki fungsi yang lebih kuat, tahan lama, dan spesifik untuk dapat diproduksi secara efisien pada sejumlah aplikasi termasuk pada pakaian medis dan militer, sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa dalam beberapa tahun ke depan, nanoteknologi akan menembus ke setiap bidang industri tekstil. Indonesia sendiri dinilai telah cukup siap dan mampu untuk mengembangkan industri tekstil berbasis nanoteknologi sehingga sangat memungkinkan bagi industri tekstil di Indonesia menjadi lebih unggul.

 

Daftar Pustaka

Gokarneshan, N. 2018. Some Significant Trends in Antibacterial Nano Textile Finishes. Curr Trends Biomedical Eng & Biosci. 14(5): 1-4.

Patra, J. K. dan Gouda, S. 2013. Application of Nanotechnology in Textile Engineering: an Overview. Journal of Engineering and Technology Research. 5(5): 104-111.

Wong, Y. H. W., dkk. 2006. Selected Applications of Nanotechnology in Textiles. AUTEX Research Journal. 6(1): 1-8.

Profil Penulis
Epa Aprilia
Author: Epa Aprilia
Mengenai Penulis