Nama    :   Siska Erliana Br S. Meliala
NIM       :   03031281722035
Kelas     :   A    -     Inderalaya

DAMPAK NEGATIF DARI PENGGUNAAN MINYAK BUMI

dampak terhadap lingkungan

            Pencemaran udara di kota - kota besar telah menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Menurunnya kualitas udara tersebut terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkendali dan tidak efisien pada sarana transportasi dan industri yang umumnya terpusat di kota-kota besar, disamping kegiatan rumah tangga dan kebakaran hutan. Hasil penelitian dibeberapa kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya) menunjukan bahwa kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara.

            Hasil penelitian di Jakarta menunjukan bahwa kendaraan bermotor memberikan kontribusi pencemaran CO sebesar 98,80%, NOx sebesar 73,40% dan HC sebesar 88,90% (Bapedal,1992).Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udara dan iklim, air dan tanah). Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosil terhadap manusia dan lingkungan:

  1. Pemanasan Global

Penggunaan minyak bumi untuk bahan bakar kendaraan ataupun dalam perindustrian yang mengeluarkan karbon dioksida dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara. Selain hal tersebut, karbon dioksida yang dihasilkan juga dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global yang nantinya juga akan mempengaruhi lapisan ozon. Pemanasan global dari tahun ke tahun semakin parah, hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya masyarakat dalam menggunakan kendaraan bermotor. 

  1. Pencemaran Air

Proses pembentukan minyak bumi sering terjadi di daerah sekitar pantai. Sedangkan pendistribusiannya dilakukan dengan ditampung dengan kapal khusus untuk menampung minyak bumi. Akan tetapi ada beberapa kejadian yang menyebabkan kapal yang menampung minyak bumi tersebut mengalami kebocoran bahkan sampai terjadi ledakan yang tidak terduga, hal ini tentunya akan menyebabkan minyak yang ditampung di kapal tersebut menjadi tumpah ke laut dan akan mengganggu ekosistem air laut. Tidak hanya itu, selain mengganggu ekosistem air laut juga mencemari perairan disekitarnya yang dapat menyebabkan keanekaragaman hayati laut menjadi banyak yang mati. Maka dari itu perlu diperhatikan lagi akan keselamatan ketika membawanya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

  1. Pencemaran Udara

Dalam setiap harinya kita pasti menemukan banyak orang menggunakan kendaraan bermotor, entah itu roda 2 ataupun roda 4. Asap yang dikeluarkan dari kendaraan tersebutlah yang nantinya akan membuat udara menjadi tercemar dan menjadi udara yang tidak sehat.

  1. Mengganggu Kesehatan

Dampak selanjutnya masih berhubungan dengan pembahasan nomer 3. Asap yang berasal dari kendaraan ataupun pabrik industri akan menyebabkan gangguan kesehatan mengetahui asap tersebut mengandung zat-zat yang berbahaya. Selain bagian tubuh dalam yang mengalami gangguan, bagian luar tubuh seperti kulit akan mengalami iritasi apabila terlalu sering terkena dari asap tersebut.

  1. Lahan Tanah Menipis

Batu bara yang diolah menjadi bahan bakar biasanya didapatkan dari tanah yang subur. Sehingga hal ini menyebabkan tanah yang dipergunakan dalam bidang pertambangan tersebut nantinya tidak akan bisa lagi dimanfaatkan dalam bidang pertanian ataupun penanaman pohon-pohon dalam jangka waktu yang tertentu. Hal ini disebabkan karena tanah yang dijadikan sebagai pertambangan tersebut sudah kehilangan kesuburannya dan untuk menjadikan tanah tersebut menjadi subur lagi tentunya membutuhkan waktu yang lama.

  1. Mempengaruhi Iklim

Udara yang telah tercemar oleh gas-gas berbahaya nantinya akan mempengaruhi iklim dunia. Dimana gas-gas tersebut nantinya akan terkumpul dalam lapisan atmosfer yang lama kelamaan akan mengendap disana. Hal ini tentunya akan membuat lapisan ozon menjadi tidak stabil dan terjadinya perubahan iklim seperti musim hujan yang sangat lama serta musim panas yang sangat ekstream. Hingga saat ini panas bumi semakin meningkat karena kejadian tersebut dan yang ditakutkan nantinya dimasa depan adalah ketika panas bumi mencapai 50 derajat Celcius sehingga kekeringan banyak terjadi dimana-mana dan tentunya hal ini akan menimbulkan banyak kematian karena dehidrasi.

  1. Hujan Asam

Pada proses pembakaran minyak bumi tentunya akan melepaskan gas yang berupa CO2, NO2 dan SO2 (sulfur) yang dari ketiga gas tersebut nantinya akan menyebabkan terjadinya hujan asam. Nitrogen oksida yang melepaskan gas nitrogen nantinya di udara akan menggumpal kemudian menjadi asam nitrat yang menyebabkan terjadinya hujan asam. Sedangkan gas sulfur oksida yang melepaskan sulfur ke udara bebas nantinya akan membentuk asam sulfat yang juga dapat menyebabkan terjadinya hujan asam. Apabila nitrogen oksida dan sulfur oksida bercampur dalam udara dan membentuk awan yang memiliki asam kuat maka beberapa jam kedepan akan terjadi hujan asam. Hujan asam ini memiliki tingkat keasaman yang tinggi sehingga dapat menyebabkan besi menjadi mudah berkarat, bangunan menjadi cepat rusak dan apabila terkena kulit akan menimbulkan iritasi.

            Dari uraian diatas dapat kita ketahui bahwa banyak dampak negatif dari penggunaan minyak bumi. Terlebih lagi apabila dalam penggunaannya kita melakukan secara berlebihan. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa dalam kehidupan sehari hari kita tidak bisa terlepas dari barang barang yang penggunaannya bergantung pada minyak bumi. Jadi , cara lain untuk mengatasinya ialah dengan cara mencari alternatif lain pengganti minyak bumi.

Profil Penulis
Siska Erliana Br S. Meliala
Author: Siska Erliana Br S. Meliala
Mengenai Penulis