Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor dari tahun ke tahun meningkat dengan pesat. Jumlah kendaraan bermotor pada tahun 2017 hampir menyentuh angka 139 juta. Jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat menyebabkan kemacetan lalu lintas yang membuat para pengguna jalan tidak nyaman dan menambah kesemrawutan kota.

Di Indonesia, kendaraan bermotor yang digunakan banyak memakai bahan bakar minyak dan kita tahu bahwa dampak buruk dari penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar minyak sangatlah banyak. Dampak buruk yang dihasilkan dari kendaraan bermotor berbahan bakar minyak berasal dari gas buang yang dapat menyebabkan hujan asam, meningkatkan polusi di udara, meningkatkan pemanasan global dan juga dapat mempengaruhi perubahan iklim yang ekstrem. Gas buang terbentuk karna proses pembakaran yang tidak sempurna didalam mesin, artinya tidak semua bahan bakar yang masuk ke mesin terbakar habis atau masih ada bahan bakar yang tidak terbakar. Gas buang yang dihasilkan mengandung beberapa senyawa organik dan anorganik dengan berat molekul yang besar dan dapat langsung terhirup yang bisa menyebabkan timbulnya berbagai penyakit seperti gangguan pernafasan, gangguan sistem syaraf dan yang paling parah adalah kanker pada organ tubuh. Selain itu, bahan bakar minyak juga tidak dapat terbarukan dengan kata lain bahan bakar ini hanya bisa digunakan sekali saja dan tidak dapat digunakan kembali. Jika dilihat dari data diatas, jumlah kendaraan berbahan bakar minyak semakin meningkat dari tahun ke tahun dan konsumsi bahan bakar minyak semakin meningkat  juga sedangkan cadangan bahan baku untuk bahan bakar minyak di Indonesia dalam beberapa tahun yang akan datang segera habis. Maka dari itu udah saatnya untuk mencari bahan bakar alternatif yang bertujuan untuk menggantikan bahan bakar minyak.

Salah satu bahan bakar alternatif untuk kendaraan bermotor adalah bahan bakar gas. Penggunaan bahan bakar gas di Indonesia terbilang sangat sedikit meskipun gas bumi sebagai bahan baku untuk bahan bakar gas di Indonesia lebih banyak dan melimpah dibandingkan dengan cadangan minyak. Beberapa jenis bahan bakar gas yang ada di Indonesia antara lain adalah Compressed Natural Gas (CNG), Liquid Natural Gas (LNG) dan gas hidrogen. Kelebihan dari bahan bakar gas sangat berpengaruh pada lingkungan dan mesin kendaraan. Bahan bakar gas juga memiliki angka oktan yang tinggi dan nilai oktannya diatas dari bahan bakar minyak jenis Pertamax. Bahan bakar gas ini tidak menyisakan kotoran pada mesin, membuat pembakaran pada mesin lebih sempurna, kerja mesin tidak berat. Selain itu, mesin kendaraan yang menggunakan bahan bakar gas lebih awet dan emisi gas karbon yang dihasilkan lebih sedikit dan juga penggunaan bahan bakar gas dapat menghemat pada biaya perawatan mesin. Emisi dari bahan bakar gas ini dapat mengurangi emisi gas CO2 sebesar 25%, emisi CO sebesar 95% dan emisi NOx sebesar 30% dibandingkan memakai bahan bakar minyak. Bahan bakar gas diyakini lebih ramah lingkungan karna emisi yang dihasilkan tidak banyak jika dibandingkan dengan bahan bakar minyak. Penggunaan bahan bakar gas pada mesin kendaraan sangat irit dibandingkan dengan bahan bakar minyak. Selain itu, harga bahan bakar gas jauh lebih murah dibandingkan dengan bahan bakar minyak dan hal ini dapat mengurangi biaya pengeluaran untuk bahan bakar kendaraan bermotor.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah sedang berupaya untuk mendorong penggunaan bahan bakar gas pada kendaraan yang bertujuan untuk mengurangi pemakaian bahan bakar minyak yang saat ini banyak digunakan. Selain itu, pemerintah juga sedang membangun insfrastruktur penunjang kendaraan berbahan bakar gas berupa stasiun pengisian bahan bakar gas di Indonesia secara merata dan menjadikan bahan bakar gas sebagai pengganti bahan bakar minyak beberapa tahun kedepan.

Profil Penulis
M. Daffa Umar Syauqi
Author: M. Daffa Umar Syauqi
Mengenai Penulis