Indonesia memiliki sumber minyak dan gas bumi yang sangat melimpah, dengan melimpahnya sumber daya yang ada dilakukanlah eksploitasi secara besar – besaran dan dilakukan terus menerus. Dengan teknologi yang ada, kegiatan eksploitasi dapat dilakukan secara terus menerus dan tidak menutup kemungkinan cadangan sumber daya yang ada akan habis. Dalam hal ini banyak sekali efek dari ekspolitasi minyak dan gas bumi seperti rusaknya lingkungan hidup. Saat ini minyak mentah yang sudah menjadi barang yang siap pakai masih sangat diperlukan dalam kehidupan sehari – hari, tetapi perlu diingat bahwa menggunakan sumber daya ini mengakibatkan polusi, dengan jumlah kendaraan yang semakin meningkat penggunaan bahan bakarnya pun akan semakin tinggi, timbulah polusi yang mencemari lingkungan.

Banyak perusahaan pembangkit listrik di Indonesia yang masih memanfaatkan pembakaran batu bara untuk menghasilkan uap yang digunakan untuk menggerakan turbin. Dengan memanfaatkan batu bara akan menghasilkan polutan – polutan yang sangat berbahaya bagi lingkungan seperti SO2(Sulfur Dioksida) , SO3(Sulfur Trioksida), NOX(Nitrogen Oksida), CO(Carbon Monoksida), CO2(Carbon Dioksida) dan fly ash (mengandung logam seperti mercury, timbal, tembaga, arsenic, berilium). Dengan asap yang dihasilkan keluar melalui cerobong yang tinggi, polutan – polutan tersebut terbawa angin dengan radius yang jauh. Polutan ini sangat berbahaya bagi masyarakat disekitarnya karena dapat mengakibatkan gangguan saluran pernafasan bahkan kematian. Pemanfaatan minyak bumi dan batu bara sebagai bahan bakarnya bisa menekan biaya produksi, tetapi akan sangat berbahaya bagi lingkungan.

Eksploitasi minyak bumi di laut yang dilakukan secara terus menerus dapat mencemari laut, minyak yang bocor yang diakaibatkan terjadinya kecocoran saat pengeboran atau kapal yang mengangkut minyak hasil pengeboran mengalami kebocoran, tumpahan minyak terdapat dua jenis yaitu minyak yang larut dalam air dan yang mengapung diatas permukaan laut. Minyak yang mengapung di air laut ini yang berbahaya bagi ekosistem dilaut karena akan mengurahi intensitas cahaya matahari masuk ke bawah laut dan juga membuat laut berwarna hitam.

Perlunya energi terbarukan dalam kegiatan industri untuk menghindari pencemaran yang begitu parah sangat dibutuhkan oleh semua Negara termasuk Indonesia. Adapun energi terbarukan yang bisa kita manfaatkan seperti angin, matahari, panas bumi, biofuel, gelombang air laut. Energi terbarukan dapat digunakan secara terus menerus dan jumlahnya tidak terbatas. Penggunaan energi terbarukan tidak memiliki polutan yang berbahaya bagi lingkungan. Walaupun biaya produksi yang dibutuhkan cukup besar, tetapi dapat digunakan dengan jangan waktu yang sangat lama. Perlunya ketegasan pemerintah untuk mengambil kebijakan untuk mengurangi penggunaan energi tak terbarukan dan membantu dalam hal penggunaan energi terbarukan yang sangat ramah lingkungan.

Bisa kita bayangkan jika Negara ini menggunakan energi terbarukan seperti pembangkit listrik yang menggunakan panas bumi, angin dan matahari. Kendaraan menggunakan bahan bakar listrik dan tidak ada polusi yang dihasilkan, betapa segarnya udara yang kita hirup sehari – hari. Karena banyak hasil ekploitasi minyak bumi yang tidak dilakukan penghijauan kembali, yang berakibat kerusakan lingkungan dan lingkungan tidak bisa digunakan sama sekali karena banyak mengandung senyawa – senyawa beracun bagi tumbuhan dan manusia. Maka dari itu energi terbarukan sangatlah menguntungkan dan merupakan terobosan yang sangat baik dalam dunia indsutri, tinggal bagamaina kita mengubah pikiran setiap pelaku industri yang masih menggunakan energi tak terbarukan menjadi menggunakan energi terbarukan supaya terciptanya udara yang sehat dan masyarakat di seklilingnya pun menjadi lebih produktif karena tidak terganggu oleh polusi.

 

Profil Penulis
NUR HIDAYATULLAH
Author: NUR HIDAYATULLAH
Mengenai Penulis