tes

Sambil menunggu nilai ujian semester dari tim penguji mata kuliah yang saya asuh untuk digabungkan dan diupload di Simak FT Unsri iseng saya mencoba berselancar di kolamnya mbah google. Apa yang saya cari ?. Dua kata saja yaitu “polisi tidur”. Untuk apa mengetik kata polisi tidur?. Ada dua alasan, pertama hampir beberapa tahun ini saya sering lewat di salah satu kawasan perumahan di kota Palembang untuk ke kampus Layo. Tiap hari pergi dan pulang selalu melewati jalan yang sama. Tiap hari saya harus melewati beberapa polisi tidur yang terpasang dalam jarak yang tidak terlalu jauh. Tanpa diminta polisi tidur yang memaksa pengendara mengerem kendaraannya. Tukang sayur, tukang bakso, tukang bubur dll harus ekstra hati hati kalau melewati polisi tidur yang spesifikasinya tidak memenuhi syarat. Ketinggian dan sudut kemiringan polisi tidur yang dibuat asal-asalan dan tidak memenuhi Peraturan Menteri Perhubungan No.3 Tahun 1994 tentang alat pengendali dan pengaman pemakai jalan dimana sudut kemiringan pengendali kecepatan adalah 15% dan tinggi maksimal tidak lebih dari 12 cm.

Alasan kedua, beberapa minggu ini saya masuk kampus Unsri di Indralaya saya melihat ruas jalan dalam kampus sekarang dipasang polisi tidur yang lumayan membuat kendaraan kita terlompat kalau berani melintasinya dengan cepat. Hampir tiap perapatan dipasang polisi tidur yang dicat kuning hitam. Setelah lama belum mengupload tulisan ini ehh..rupanya kampus Palembang pun tidak mau kalah. Bedanya disana dipasang pita penggaduh (rumble strip) dalam jarak yang cukup dekat. Bahkan didepan Graha Sriwijaya posisi pita penggaduh ini berada pada jalan yang agak mendaki. Para pengendara terutama sepeda motor yang datang dari arah fakultas teknik harus berhati-hati dan tidak membuntuti kendaraan lain yang berada di depannya dalam jarak dekat. Jarak pita yang sempit dapat merusak kendaraan karena getaran kendaraan yang terguncang hebat. Pemasangan pita penggaduh ini mestinya telah mengikuti Pasal 32 ayat 2 Peraturan Menhub KM 3/1994 yang mengatur bahwa pita penggaduh memiliki tinggi maksimum 4 cm. Jarak antara polisi tidur yang satu dengan lainnya memang sebaiknya tidak terlalu berdekatan (kalau tidak salah idealnya 100 meter).

Disisi lain, pemasangan pita penggaduh di kampus Unsri Palembang bertujuan untuk menghambat laju kendaraan yang mungkin sering ngebut ketika masuk areal kampus. Lumayan...paling tidak kalau ada yang nekat mencuri sepeda motor di kampus palembang pasti sang maling tidak berani ngebut. Ngebut ya benjut...alias benjol karena terjatuh dan memudahkan massa untuk menangkapnya. Memang sepertinya kita ini masih perlu diawasi dalam berdisiplin lalu lintas. Seharusnya sebagai insan akademis tidak perlu ada tindakan preventif yang diambil terkait dengan lalu lintas di kampus. Sudah tahu kalau dalam kampus kecepatan maksimum 20 km/jam masih juga dilanggar. Sudah ada tanda P dicoret masih nekat juga parkir secara “rapi” sepanjang jalan arah Fakultas Teknik. Dua lajur lagi !...ckckck sehingga mempersempit jalan yang sudah sempit itu. Di depan gerbang kampus ada angkot ngetem yang seolah mengejek tanda P coret yang persis berada disamping gerbang. Alamaaaak.

Tulisan singkat ini tidak bermaksud lain selain menunjukkan kecintaan terhadap almamater.

0
0
0
s2smodern

      (Palembang, 01 Oktober 2014) Tahun 1964 merupakan awal didirikannya jurusan Teknik Kimia Universitas Sriwijaya bertempat di kampus Bukit Besar Palembang. Banyak cerita yang lahir di jurusan Teknik Kimia ini selama perjalanan hingga sekarang. Tahun 1970, diluluskan 3 orang mahasiswa yang merupakan alumni pertama keluaran jurusan Teknik Kimia Universitas Sriwijaya. Salah satu diantaranya, yaitu Ir. H. A. Fuadi Ramdja, M. Sc diangkat menjadi salah satu dosen Teknik Kimia Universitas Sriwijaya. Seiring berjalannya waktu, hingga sekarang beberapa alumni mengabdikan dirinya dengan menjadi tenaga pengajar untuk jurusan Teknik Kimia Universitas Sriwijaya.

       Tepat di tahun 2014 ini, Jurusan Teknik Kimia, IMATEK KM FT UNSRI dan IATEK UNSRI bekerja sama untuk membuat rangkaian acara besar guna memperingati usia emas, setengah abad lamanya. Chemical Engineering Day V, Seminar Internasional Siisest, Chemical Engineering Festival hingga acara puncak yang ditandai dengan Reuni Akbar Keluarga Besar IATEK UNSRI serta Big Family Day Chemical Engineering Department merupakan bentuk nyata dari rangkaian acara 50 tahun Teknik Kimia Universitas Sriwijaya.

Sabtu, 27 September 2014 bertempat di Ballroom Novotel Hotel, diselenggarakan Reuni Akbar Keluarga Besar Ikatan Alumni Teknik Kimia (IATEK) Universitas Sriwijaya. Acara yang dimulai dari pukul 09.45 – 17.00 WIB ini tersusun atas acara formal yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga pemutaran video dokumenter dan acara informal yang diisi oleh alumni-alumni Teknik Kimia itu sendiri. Pada kesempatan tersebut, IMATEK KM FT UNSRI mempersembahkan hiburan penampilan tari (persembahan dari Dwi Sunu Permatahati, Wulan Novi Astuti dan Gusti Siska) dan akustik (persembahan dari Irvan Rizky, Muhammad Eko Wahyu Utama, Andika Putra Riandy dan Reza Trisna Wahyudi) untuk para alumni yang hadir di acara tersebut.

Tak hanya itu, IMATEK KM FT UNSRI via Yosandi Alifean dan Kurniahadi memberikan sebuah ‘kado’ sebagai pengingat kenangan akan memori masa lalu dari para alumni melalui video dokumenter. Video tersebut berisi album kenangan akan sejarah Teknik Kimia, perjalanan Teknik Kimia, hingga testimoni ketua jurusan Teknik Kimia Universitas Sriwijaya,

Dr. Ir. Hj. Susila Arita, DEA untuk JTK, IMATEK serta IATEK di usia 50 tahun Teknik Kimia ini. IATEK UNSRI selaku panitia dari acara tersebut menyampaikan ucapan terimakasih kepada Jurusan Teknik Kimia Universitas Sriwijaya yang telah menjadi fasilitator dan terkhusus kepada semua dosen yang telah mengabdi untuk Teknik Kimia Unsri. IATEK juga menyampaikan apresiasinya kepada IMATEK KM FT UNSRI atas dedikasinya yang telah membantu menyukseskan acara reuni akbar ini. Harapan dari JTK sendiri, semoga ke depannya, Jurusan, Mahasiswa dan Alumni Teknik Kimia Universitas Sriwijaya dapat semakin bersama menyatukan hati, bersinergi mengukir prestasi dan berkiprah untuk negeri di berbagai bidang yang ada. (gus)

0
0
0
s2smodern

    

Assalamualaikum wr. wb.        

Innalillahi wa'innailaihi roji'un.

        Telah berpulang ke Rahmatullah salah satu mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sriwijaya, yaitu Rahmad Febrianto (Teknik Kimia angkatan 2013). Rahmad diduga mengalami kecelakaan di daerah Pemulutan dalam perjalanan menuju Indralaya. Rahmad ditemukan oleh warga sekitar pukul 06.00 WIB pada Hari Minggu kemarin. Menurut informasi dari teman seangkatannya, sebelum kejadian, Rahmad masih berkomunikasi dengan salah satu temannya. Rahmad merupakan salah satu mahasiswa berprestasi dengan mendapatkan IP 4.00 pada semester pertama. Kemarin sore, almarhum telah diberangkatkan ke rumah duka di Curup, Bengkulu. Semoga amal ibadahnya diterima disisi-Nya dan ditempatkan di tempat yang terbaik. Amiin ya rabbal alamin.

Wassalamualaikum wr. wb. (mfy/ags)

0
0
0
s2smodern
Page 3 of 3
  • Slider 1
    Alumni / Dosen /
    Mahasiswa
  • Slider 2
    Belum bergabung?
    kilk disini untuk daftar
  • Slider 3
    udah jadi member?
    Update Data Yuk..

Siapo Yang Online?

We have 71 guests and no members online

Artikel Baru

Jadi Member Yuk

Alumni, Dosen dan Mahasiswa Teknik Kimia UNSRI, Mari Bergabung dengan Web iatekunsri :

DAFTAR

Setelah join anda dapat posting artikel, tulis komentar, diskusi di forum , akses data alumni dll

Jejaring Sosial IATEK

Website IATEK UNSRI ada di Jejaring Sosial, ikuti kami untuk selalu mendapatkan informasi terbaru